PERGESERAN ESTETIKA DALAM PUISI MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.64958/jipn.v3i1.102Keywords:
: puisi media sosial, estetika digital, puisi Instagram, transformasi sastra, sastra digitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah kesusastraan Indonesia, termasuk dalam bentuk dan fungsi puisi. Media sosial seperti Instagram kini menjadi ruang baru bagi para penyair muda untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan estetika puitik secara singkat namun bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk estetika puisi yang berkembang di media sosial dengan menelaah sembilan puisi dari tiga akun Instagram. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks puisi. Analisis difokuskan pada empat aspek estetika, yaitu bahasa dan diksi digital, tipografi dan visualisasi, interaktivitas pembaca, serta makna simbolik baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi media sosial mengalami pergeseran estetika dari tradisi liris yang mendalam menuju bentuk yang lebih ringkas, visual, dan partisipatif. Bahasa puisi menjadi lebih sederhana dan komunikatif, tipografi dan tampilan digital menjadi bagian dari struktur makna, sementara interaktivitas pembaca menegaskan dimensi kolaboratif puisi modern. Selain itu, makna simbolik puisi bergeser dari “puisi batin” menuju “puisi performatif-visual” yang menonjolkan pengalaman estetika visual dan emosional. Dengan demikian, puisi media sosial dapat dipahami sebagai bentuk evolusi baru sastra Indonesia yang merepresentasikan transformasi nilai keindahan, cara ekspresi, dan hubungan antara penyair serta pembaca di era digital.
References
Dahlan, M., Suhartika, E., Amelia, A., Rilawati, & Waris, A. (2025). Makna estetika dalam kumpulan puisi “Langit Petang” karya Taufik Ismail. Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(2). Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dewojati, C. (2021). Sastra populer Indonesia. UGM Press.
Faizun, M. (2020). Analisis gaya bahasa dalam puisi Ada Tilgram Tiba Senja karya W.S. Rendra: Kajian stilistika. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 4(2), 67–84. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index
Fazri, C. A., & Abror, M. (2025). Strategi peningkatan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI melalui penggunaan video visual bertema kerusakan alam. Deiktis: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i1.1429
Fransori, A. (2017). Analisis stilistika pada puisi “Kepada Peminta-Minta” karya Chairil Anwar. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1). Universitas Indraprasta PGRI.
Hasanah, D. U., Achsani, F., & Al Aziz, I. S. A. (2019). Analisis penggunaan gaya bahasa pada puisi-puisi karya Fadli Zon. Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.8187
Noor, R. (2019). Fungsi sosial-kultural sastra: Memajukan kebudayaan dan mengembangkan peradaban. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 14(2), 206–216. https://doi.org/10.14710/nusa.14.2.206-216
Prasetyo, B. (2025). Analisis puisi “Denyut” karya Nita Tjindarbumi: Sebuah kajian strukturalisme dan semiotika sastra. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 5(2). https://doi.org/10.69957/tanda.v5i02.2069
Putri, D. R., Kuswara, & Saepurokhman, A. (2025). Strategi pengkajian aspek estetik puisi. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 15(1). https://doi.org/10.23969/literasi.v15i1.18144
Rizal, M. A. S., Kholik, K., Faizi, A., Kholiq, A., & Azizan, Y. R. (2024). Masa depan sastra di era digital: Kajian sastra sibernetik. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5). https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15680
Salsabila, H. A., Rohanda, & Nurlinah. (2025). Gaya bahasa dalam syair “Ṣawt Ṣafīr al-Bulbul” karya Al-Aṣmaʿī (kajian stilistika). Jurnal Bastra, 10(4). https://doi.org/10.36709/bastra.v10i4.1818


